Rabu, 22 Maret 2017

#IbuPatmi #KendengBerduka


Jika kau cinta jiwa raga yang merdeka
Tetap saling melindungi
Dan harus berani, harus berani
Jika orang-orang serakah datang
Harus dihadang
Harus berani, harus berani
Jika orang-orang itu menyakiti
Harus bersatu menghadapi
Sedihmu adalah sedihku juga
Sakitmu sakitku sakit kita manusia
Bahagiaku takkan lengkap tanpa bahagiamu
Bahagiakanlah kehidupan

Lagu Hidup - Sisir Tanah

Jumat, 10 Maret 2017

Bahan Kegiatan Mewarnai Anak


Saya membuat gambar ini untuk kegiatan mewarnai adik-adik
agar dalam kegiatan mewarnai tidak sekadar melatih kreativitas
namun juga ada pesan moral sederhana yang dapat disampaikan. 

Saya membuat tiga gambar dengan satu pesan yang sama,
bagi saya memberikan bahan kegiatan juga harus menyesuaikan usia anak,
maka saya membuat 3 gambar dengan 2 gambar yang lebih sederhana
untuk anak yang berusia lebih kecil.

Jumat, 24 Februari 2017

Diana


diana diana
mungkin umurmu sepuluh tahun

aku sering melihat anak seusiamu
bersama orangtua yang menyayangi anaknya
dan bersyukur pada Tuhan masih bisa memberi
sepatu hitam untuk sekolah
sepatu merah muda untuk jalan-jalan

ada juga anak yang menangis
minta dibelikan makanan
tapi tidak diberikan
karena sudah berlebihan berat badan
dan bisa menjadi penyakit

Kamis, 16 Februari 2017

Sawah Habis di Negeri Agraris


Apa yang selalu bisa kita lakukan adalah memperluas wilayah kewarasan 
sedikit demi sedikit, dari individu ke individu, generasi ke generasi.
Demikian pesan yang saya dapatkan dari George Orwell dalam buku 1984.
Maka saya mencoba berbagi pemikiran melalui karya,
harapannya dapat menjadi bahan pertimbangan, kesadaran,
dan sangat baik jika menjadi tindakan.

Silakan download, share link, cetak , perbanyak, bagikan secara cuma-cuma.
tidak untuk diperjualbelikan.

poster (ukuran A3) 
https://drive.google.com/open?id=0B3jSF2XRU5eoTnM4MTd5VnBTQlk

stiker (ukuran A3)
https://drive.google.com/open?id=0B3jSF2XRU5eoMWx4TlJ4TW5DYms

Sebarkan pesan kebaikan, dengan cara masing-masing.
Semoga bermanfaat.


Minggu, 12 Februari 2017

Bermain Bola Bekel


Baru tadi pagi aku berkenalan dengan dua anak itu, kelas 1 dan 3 SD. Aku datang, mencoba berbaur ketika mereka sedang asik bermain bola bekel. Sebenarnya bukan "mereka", salah satu saja, yang 3 SD, sedang yang 1 SD hanya melihat di sebelahnya. Kaku betul tanganku, tak bisa bermain bekel, jadi minta diajari, pura-puranya begitu - aku hanya ingin bermain dengan mereka.

Yang kelas 1 tidak bermain, katanya tidak bisa. Matanya, adalah mataku yang dulu, perempuan kecil yang ragu, tak percaya pada diri sendiri, oranglain, barangkali pernah gagal dan kena olok. Anak kecil biasanya memang tidak mengerti, dan tidak terpikir untuk peduli apa itu harga diri, tapi aku dan anak itu barangkali lain lagi.